Manajemen Logistik (Definisi & Sejarah Singkat)

 
Definisi dan Sejarah Singkat Manajemen Logistik
 
 
Dalam Era Digitalisasi kini banyak orang yang dengan mudahnya melakukan aktivitas nya lewat akses internet, termasuk melakukan perbelanjaan secara online via internet atau lebih dikenal sebagai e-commerce. Bisnis E-commerce sangat lah membutuhkan tenaga dari jasa pengiriman ekspress dalam kaitannya pengantaran barang menuju ke konsumen akhir. Dsinilah peran logistik sangat penting demi sampainya barang ke tangan konsumen tersebut. Sebelum jauh membahas mengenai logsitik secara luas mari kita flashback asal mula kata logistik tersebut.
 
Kata logistik berasal dari bahasa Yunani logos (λόγος) yang berarti “rasio, kata, kalkulasi, alasan, pembicaraan, orasi”. Kata logistik memiliki asal kata dari Bahasa Perancis loger yaitu untuk menginapkan atau menyediakan. Pada saat jaman perang Yunani kondisi peperangan yang dipimpin oleh Julius Caesar berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Dibentuklah satu tim yang dapat mendukung prajurit ketika berpindah tempat. Tim itu disebut logistikas. Tugas dari logistikas, adalah memberikan supply berupa makanan, senjata, perbekalan ataupun informasi kepada prajurit yang berperang. Logistik adalah konsep yang dianggap berevolusi dari kebutuhan pihak militer untuk memenuhi persediaan mereka ketika mereka beranjak ke medan perang dari markas.
 
Setelah mengetahui asal mula kata logistik, berikut adalah definisi manajemen logistik menurut beberapa ahli dan sumber:
Menurut Yolanda M. Siagian, logistic didefinisikan sebagai bagian dari proses rantai suplai (supply chain) yang berfungsi merencanakan, melaksanakan, mengontrol secara efektif, efisien proses pengadaan, pengelolaan, penyimpanan barang, pelayanan dan informasi mulai dari titik awal (point of origin) hingga titik konsumsi (point of consumption) dengan tujuan memenuhi kebutuhan konsumen.
 
Menurut Sondang P Siagian, logistik didefinisikan sebagai keseluruhan bahan, barang, alat dan sarana yang diperlukan dan dipergunakan oleh suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasarannya.
 
Menurut Christopher, logistik didefinisikan sebagai suatu proses yang strategis dalam pengelolaan mulai dari pengadaan barang, perpindahan barang hingga penyimpanan barang, bahan baku dan produk jadi ( yang di dalamnya terkait pula aliran informasi) pada perusahaan dan koneksi pemasaran untuk kepentingan mendapatkan keuntungan secara maksimal dengan biaya yang efisien dan dalam rangka pemenuhan kebutuhan konsumen.
 
Menurut Lukas Dwiantara dan Rumsari H.S, logistik didefinisikan sebagai segala sesuatu atau benda yang berwujud dan dapat diperlakukan secara fisik (tangible), baik yang digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan pokok maupun kegiatan penunjang (administrasi).

Siahaya mendefinisikan Manajemen Logistik sebagai berikut: “Manajemen logistik adalah bagian dari Supply Chain Management (Manajemen Rantai Pasok) yang merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan aliran barang secara efektif dan efisien, meliputi transportasi, penyimpanan, distribusi dan jasa layanan serta informasi terkait mulai dari tempat asal barang sampai ke tempat konsumsi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.”
 
Menurut Bowersok mengemukakan manajemen logistik bahwa, “Manajemen logistik adalah unik karena ia merupakan salah satu aktivitas perusahaan yang tertua tetapi juga termuda. Aktivitas logistik (lokasi, fasilitas, transportasi, inventarisasi, komunikasi, dan pengurusan dan penyimpanan) telah dilaksanakan orang semenjak awal spesialisasi komersil.”

Pendapat Ballou mengenai definisi dari logistik adalah “Logistic or Supply Chain is a collection funtional activities (transportation, inventory, control, etc.) which are repeated many times throughout the chanel through which raw materials are converted into finished products and consumer value is added.
 
The Council of Logistic Management (CLM), organisasi pelopor logistik di Amerika Serikat yang memiliki anggota sekitar 15.000 orang, mendefinisikan Manajemen Logistik sebagai berikut : “Manajemen logistik merupakan bagian dari proses Supply Chain yang berfungsi untuk merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan keefisienan dan keefektifan aliran dan penyimpanan barang, pelayanan dan informasi terkait dari titik permulaan (point of origin) hingga titik konsumsi (point of consumption) dalam tujuannya untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan.”
 
Sumber Wikipedia, Logistik merupakan seni dan ilmu, barang, energi, informasi, dan sumber daya lainnya, seperti produk, jasa, dan manusia, dari sumber produksi ke pasar  dengan tujuan mengoptimalkan penggunaan modal. Manufaktur dan marketing akan sulit dilakukan tanpa dukungan logistik. Logistik juga mencakup integrasi informasi, transportasi, inventori, pergudangan, reverse logistics dan pemaketan.
 
Itulah Sejarah singkat mengenai logistik dan beberapa definisi yang dikemukakan oleh beberapa pakar logsitik dan beberapa sumber.

Khairul Janwar

Menjadikan EduLogistik, E-Magazine, Education Logistics and Business. Yang berbasis website di seluruh Indonesia maupun Dunia.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: