Supplay Chain Management (SCM)

Supplay Chain Management

 
Di dunia global yang sangat kompetitif mendesak perusahaan untuk menemukan cara cara baru dalam memberikan dan menciptakan value added bagi konsumennya semakin kuat. Perusahaan dituntut untuk dapat menyampaikan produknya dengan efektif lebih cepat dan lebih efisien. Kemampuan untuk mengintegrasikan mata rantai pasokan (supply chain) dan wawasan dan serta pengetahuan terkini supply chain management diakui dapat meningkatkan kompetisi tersebut.
Supply Chain Management atau manajemen rantai pasokan adalah suatu manajemen dari aliran barang informasi dan finance yang melewati rantai pasokan dari manufaktur ke distributor dan kemudian ke retailer ( Tita Deitiana , 2004 ) Aliran finance merujuk pada syarat syarat untuk barang seperti syarat kredit, nama barang dan tempat pengiriman.
Supply Chain ( rantai pasokan ) adalah suatu sistem tempat organisasi menyalurkan barang produksi dan jasanya kepada para pelanggannya. Rantai ini juga merupakan jaringan atau jejaring dari berbagai organisasi yang saling berhubungan yang mempunyai tujuan yang sama, yaitu sebaik mungkin menyelenggarakan pengadaan atau penyaluran barang tersebut, penyaluran mungkin kurang tepat karena istilah Supply meliputi juga proses perubahan 14 barang tersebut misalnya dari bahan mentah menjadi barang jadi ( Richardus Eko Indrajit , 2002 )
Supply chain management is a set of approaches utilized to
efficiently integrate suppliers, manufacturers, warehouse, and store, so that
merchandise is produced and distributed at the right quantities, to the right
locations, at the right location, at the right time, in order to minimize
systemwide cost while satisfying service level level requirement.(David Simchi Levi).
Definisi lain mengenai supply chain mengatakan bahwa SCM adalah integrasi suatu proses bisnis dari end user melalui original supplier (yang menyediakan servis dan informasi yang menambah nilai bagi konsumen).selain itu juga ada yang mengatakan bahwa manajemen rantai pasokan adalah kegiatan transformasi sehingga menjadi produk dalam proses, kemudian menjadi produk jadi dan diteruskan dengan pengiriman kepada konsumen melalui sistem distribusi, kegiatan yang dilakukan mencakup pembelian tradisional dan berbagai kegiatan penting yang berhubungan dengan supplier dan distributor, kegiatannya meliputi penetapan ( Richardus Djokopranoto , 2002 ): – pengangkutan – pembayaran secara tunai atau kredit (proses transfer) – supplier – distributor – hutang maupun piutang – pergudangan.
Tujuan utama dari strategi supply chain management (SCM) adalah :  – Memperpendek siklus supply chain – Mengembangkan/membangun servis – Menurunkan biaya/harga Memahami SCM untuk kepentingan operasional perusahaan, berarti harus mengerti strategi operasi yang akan memudahkan dalam pelaksanaanya,yaitu : – Make to stock ( membuat produk terlebih dahulu) – Configure to under (terjual dulu baru dibuat) istilah lain masscustomizationEngineer to order (produk kompleks dan untuk keperluan konsumen tertentu).
Fungsi dari supply chain management (SCM) adalah : Merencanakan , mengatur, mengkoordinasi dan mengontrol semua aktifitas supply chain. Supply chain adalah aliran dari material informasi uang dan jasa dari material, dari supplier melalui pabrik pabrik dan warehousing dan akhir nya customer. Supply chain juga melibatkan organisasi organisasi beserta proses didalamnya antara lain mengirimkan produk informasi jasa ke customer.

Khairul Janwar

Menjadikan EduLogistik, E-Magazine, Education Logistics and Business. Yang berbasis website di seluruh Indonesia maupun Dunia.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: