PERSYARATAN LINTAS ANGKUTAN B3

sumber : dakota cargo – kendaraan

Dalam kondisi tertentu pengankutan B3 dapat melalui daerah padat penduduk, dengan ketentuan harus disertai pengawalan oleh petugas yang bertanggung jawab dibidang lalu lintas dan angkutan atau polisis lalu lintas.
Setiap pengangkutan B3 wakib mengajukan rencana lintas angkut B3, mulai tempat muat, lintas yang dilalui, check point dan tempat bongkar, kepada direktur jendral.
Pada setiap tempat muat, check point, tempat bongkar wajib tersedian peralatan bongkar-muat dan peralatan pengaman yang memenuhi persyaratan. Penentuan tempat muat dan check point, tempat bongkar harus mempunyai radius keamana terhadap resiko kecelakaan yang ditentukan dengan memperhatikan :
a. Sifat berbahayanya bahan
b. Volumen maksimum bongkar muat yang diizinkan

PERSYARATAN PENGOPERASIAN
Bahan berbahaya dan beracun (B3) dikalsifikasikan sebagai berikut :
1. Mudah meledak
2. Gas mampat, gas cair, gas terlarut pada tekanan atau pendinginan tertentu
3. Cairan mudah menyala
4. Padatan mudah menyala
5. Oksidator, peroksida organik
6. Bahan beracun dan mudah menular
7. Bahan Radioaktif
8. Bahan korosif
9. Bahan berbahaya lainnya

Pengangkutan B3 dapat dilakukan dalam bentuk curah dan non curah. Pengankutan B3 dengan curah dilakukan dengan :
1. Kemasan besar, seperti tangki portable atau truk tangki
2. Kendaraan yang dirancang dan dibuat dengan persyaratan khusus

Pengankiutan B3 dengan bentuk non-curah dilakukand denan :
1. Kemasan dalam yang digabung dengan kemasan luar
2. Kemasan dengan berbagai bentuk, seperti botol, drum jerigen, tong, kantong, kotak/ peti dan kemasan gabungan

Setiap jenis kemasan harus lulus test pengujian secara periodik :
a. Test jatuh
b. Test anti bocor
c. Test tekanan internal
d. Test penumpukan


PERSYARATN PENGOPERSIAN
Setiap kendaraan pengangkutan B3 harus menggunakan plakat yang sesuai dengan jenis bahan berbahaya yang diangkut. Dan setiap kemasan B3 harus dilengkapi marking dan label yang sesuai dengan jenis bahan berbahaya yang diangkut.

Beban pada setiap sumbu kendaraan B3 tidak boleh melebihi :
1. Kekuatan sumbu yang diizinkan
2. Beban sumbu yang mampu didukung jalan dan jembatan
3. Kekuatan ban yang digunakan

Pengemudi wajib mengawasi kendaraanya setiap saat.

Pengankutan B3, harus memenuhi ketentuan :
1. Aspek keselamatan dan keamanan saat bongkar muat.
2. Pemeriksaan sebelum bongkar muat dilakukan, kendaraan pengangkut, khususnya ban, tangki, peralatan bongkar muat, peralatan pengamanan darurat, dokumen yang diperlukan, seperti surat persetujuan pengangkutan B3, SDS (Safety Data Sheet) dll.

Persyaratan pengankutan dilengkapi dokumen pengiriman, yang memuat deskripsi bahan berbahaya yang diangkut, identitas pengirim, identitas penerima, identitas pengangkut dan nomer telepon kendaraan darurat. Pemisahan bahan berbahaya yang tidak boleh diangkut atau disimpan bersamaan. bongkar muat dilakukan pada tempat yang telah ditetapkan dan tidak mengganggu keamanan, keselamatan, kelancaran dan ketertiban lalu lintas dan masyarakat sekitarnya. Selama pelaksanaan pemuatan, istirahat bongkar muat harus diawasi oleh penagawas yang memiliki kualifikasi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Harus ada SOP, WI dan WS bongkar muat dari kegiatan bongkar muat yang dilakukan.

B3 yang diangkut harus terlindung dalam wadah atau kemasan. Dan B3 yang diangkut harus di ikat dengan kuat dan disusun dengan baik sehingga beban terdistribusi secara proporsional pada sumbu-sumbu kendaraan. Pada saat melaju dijalan dengan tingkat kestabilan yang baik, terutaman pada belokan, dengan mempertimbangkan dimensi kendaraan, berat muatan, laju kecepatan kendaraan dan angin. Tempat pemberhentian kendaraan pengangkut B3, harus memenuhi :
a. Radius keamanan terhadapt resiko kecelakaan
b. Dilengkapi peralatan pengaman
c. Ada penanggun jawab yang mempunyai kecakapan penagamanan bahan berbahaya

Kendaraan angkutan B3 dilarang parkir ditempat milik pribadi atau rumah makan, tanpa izin pemiliknya, sepanjang 100 meter dari jembatan, terowongan, perumahan , bangunan dan kantor, kurang dari 100 meter dari daerah kebakaran atau sumber panas yang dapat memanaskan isi tangki, melewati daerah kebarakaran, kecuali pengemudi sudah melakukan pengaman agar dapat melewati daerah tersebut, berjalan beriringan dengan kendaraan angkutan B3 lainya, mengangkut penumpang selain kernet dan petugas lainya, mengangkut bahan makanan atau barang lain yang dapat membahayakan keselatamatan atau kesehatan manusia dan makhluk hidup lainya. Untuk berhenti dalam keadaan terpaksa, awak kendaraan B3 harus memasang tanda darurat yang jelas dan dapat dibaca pada jarak 50 meter, mengidentifikasi lingkungan sekitar, menetapkan daerah aman, melapor pada aparat kemanan setempat dan secepatnya menyelesaikan permasalahan. Pada jarak kurang dari 8 meter dari kendaraan pengangkut B3, dilarang merokok atau membawa korek api. Pada saat kendaraan pengangkut B3 mengisi bahan bakar, harus memperhatikan :
a. Mesin kendaraan dimatikan
b. Ada yang mengawasi pada saat mengisi BBM

Berdasarkan ketentuan Pasal 8 PermenLH No. 18/2009, Perusahaan yang kegiatan utamanya mengngelola limbah B3 dan/ atau mengelola limbah B3 yang bukan dari kegiatan sendiri wajib memiliki asuransi pencemaran lingkungan hidup terhadap atau sebagai akibat pengelolaan limbah B3. Batas pertanggungan atau tanggun jawab asuransi ditetapkan paling sedikit Rp. 5.000.000.000,00 (lima milyar rupiah).

Kelengkapan permohonan Rekomendasi pengangkutan B3 di KLH :
1. Salinan (copy) Akte pendirian perusahaan/ akte perusahaan (jika ada perusahaan)
2. Lampiran copy surat keputusan mentri kehakiman atau mentri hukum dan hask asasi manusia tentang pengesahan akte pendirian/ perubahan perusahaan
3. Lampiran keterangan alat angkut (form identitas alat angkut)
4. Lampiran keterangan B3 (Isian formulir jenis dan asal muat B3)
5. Salinan (copy) kepemilikan alat angkur berupa STNK dan buku KIR untuk setiap kendaraan yang diangkut
6. Salinan (copy) SDS/ LDK (Lembar data keselamatan) untuk setiap jenis B3 yang diangkut
7. Salinan (copy) bongkar muat (dilampirkan dalam dokumen dan tersedia pada kendaraan) dan SOP Tanggap Darurat pada kendaraan
8. Foto berwarna untuk setiap alat angkut yang memeprlihatkan simbol B3, identitas nama perusahaan dan emergency call number yang terlihat jelas (permanen) pada sisi kiri dan kanan kendaraan yang diajukan
9. Foto SOP bongkar muat dan SOP Tanggap Darurat pada kendaraan
10. Foto kegiatan bongkar muat B3
11. Foto berwarna alat pelindung diri/ APD dan peralatan kelengkapan sistem tanggap darurat
12. Sertifikat pelatihan pengangkutan B3 untuk mengemudi

PERSYARATAN PENGAJUAN IZIN PENYELENGARAAN ANGKUTAN BARANG BERBAHAYA
1. Mengajukan surat permohonan diatas materai
2. Fotocopy akter pendirian perusahaan dan/atau perubahan terakhir
3. Pengesahaan badan hukum perusahaan dari instansi yang berwenang (Kementrian Hukum dan HAM)
4. Profil perusahaan (company profile) & SOP (Loading unloading, operasional dan tanggap darurat)
5. Nomor pokok wajib pajak (NPWP) perusahaan
6. Surat tanda daftar perusahaan (TDP/ SIUP)
7. Surat keterangan domisili perusahaan & Pool (tempat penyimpanan kendaraan)
8. Foto copy STNK
9. Foto copy Buku UJi
10. Foto kendaraan tampak depan, saping & belakang dilengkapi dengan plakat khusus
11. Daftar pengemudi dan pembantu pengemudi yang memiliki kompetensi tertentu sesuai sifat dan barang khusus yang diangkut
12. Surat pernyataan tertulis diatas materai
a. Kesanggupan untuk menjalankan kewajiban pemegang izin penyelengaraan angkutan barang khusus
b. Keabsahan dokumen
c. Kesanggupan untuk melapor kegiatan pengangkutan barang khusus secara berkala
d. Kesanggupan untuk diinspeksi oleh direktorat jendral perhubungan darat

Persyaratan pengakutan B3 diatur dalma Undang-undang dan peraturan lainnya beberapa diantaranya :
1. UU No. 22 Tahun 2009
2. Keppres No. 21 Tahun 2003 tentang klasifikasi B3
3. PP No. 74/ 2001 Tentang penyimpanan B3, Labeling jenis B3, ukuran label dan penempatan label pada wadah penagnkut dan kendaraan
4. Persyaratan transportasi B3 diatur dalam regulasi, SK Dirjen hubdar No. 725 Tahun 2004 Tentang persyaratan pengemudi, kendaraan, lintas angkut dan pengoperasian angkutan B3.

avatar

Khairul Janwar

Menjadikan EduLogistik, E-Magazine, Education Logistics and Business. Yang berbasis website di seluruh Indonesia maupun Dunia.

Khairul Janwar

Menjadikan EduLogistik, E-Magazine, Education Logistics and Business. Yang berbasis website di seluruh Indonesia maupun Dunia.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: