Kegagalan sistem pengereman pada kendaraan angkutan umum

edulogsitik.com – Sumber : Drs. Gemilang Tarigan, M.B.A (Ketua Umum DPP Aptrindo)

APA ITU APTRINDO ?
Aptrindo adalah Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Indonesian Trucking Association-ITA)
Berdiri pada tanggal 19 Agustus 2014 di sunlake Hotel Sunter Tanjung Priok Jakarta Utara oleh 48 Pengusaha truk dari berbagai daerah di Indonesia.
Anggota :
Saat ini memiliki 15 DPD yang sudah terbentuk, 6 DPC dan perwakilan 12 DPD, dengan kegiatan antara lain :
1. Pengusaha truk yang beroperasi dari dan ke pelabuhan
2. Pengusaha truk distribusi barang diluar pelabuhan dan dari desa-kab/ke provinsi (dalam dan antar provinsi)

Aktifitas kendaraan angkutan barang :
1. Angkutan bahan pokok
2. Angkutan kebutuhan air kemasan
3. Angkutan Ekspor-Impor
4. Angkutan bahan baku industri lokal
5. Angkutan bahan baku strategis
6. Angkutan bahan bakar

Dasar hukum penyelengaraan angkutan barang :
1. UNDANG UNDANG NOMO 22 TAHUN 2009, Tentang lalu lintas dan angkutan jalan
2. PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 74 TAHUN 2014, Tentang angkutan jalan
3. KEPUTUSAN MENTRI PERHUBUNGAN NOMOR KM. 69 TAHUN 1993, Tentang penyelengaraan angkutan barang
4. SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR JENDRAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR : SK. 725/AJ.302/DRJD/2004, Tentang pengangkutan bahan beracun dan berbahaya (B3)
5. SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR JENDRAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR : SK. 4428/AJ.003/DRJD/2012, Tanggal 19 Desember 2012, Tentang izin penyelengaraan angkutan alat berat

Operasonal angkutan barang :
1. Perijinan angkutan perusahaan
2. Peraturan Operasional
3. Kendaraan
4. Konsumen
5. SDM
6. Muatan
7. Infrasruktur
8. BBM

Peraturan operasional standar truk :
1. Truk Engkel (12 Ton)
2. Truk Besar (16 Ton)
3. Truk Tronton (12 Ton)
4. Truk 4 sumbu (30 Ton)
5. Trailer Engkel (34 Ton)
6. Trailer Tronton (40 Ton)
7. Trailer Tronton (43 Ton)
UU No. 22 th 2009 Psl 19 :
Penetapan kelas jalan yang dikelompokkan dalam beberapa kelas berdasarkan fungsi dan intensitas lalu lintas, guna kepentingan pengaturan jalan dan kelancaran lalau lintas dana daya dukung untuk menerima muatan sumbuterberat (MST) dan dimensi kendaraan.

Sistem rem kendaraan angkutan barang :
Jenis rem yang ada pada truk adalah,
1. Rem tromol (Drum brake system), yang bekerja menggunakan tromol rem
2. Rem angin (Air brake system), yang bekerja menggunakan piringan cakram

Sistem Rem (Break System)
A. Fungsi
Sistem rem berfungso untuk :
1. Mengurangi/ memeprlambat kecepatan dan menghentikan kendaran
2. Memungkinkan parkir pada tempat yang menurun/ menanjak
3. Sebagai alat pengaman dan menjamin pengendaraan yang aman

B. Prinsip Rem
Prinsip rem adalah mengubah energi pasa menjadi energi gerak. Rem bekerja disebabkan adanya sistem gabungan penekanan melawan sistem gerak putar. Efek pengereman(breaking effect) diperoleh dari adanya gesekan yang ditimbulkan adanya dua objek/ benda.

Penyebab kegagalan sistem rem pada kendaraan
1. Selang minyak rem bocor, karena sudah abis umur teknisnya atau penyebab lain (benturan dengan benda lain)
2. Seal master rem bocor, kareana umur teknis telah habis
3. Kanvas rem habis/ aus
4. Kerusakan komponen di dalam master rem

Penyebab kecelakaan lalu lintas
1. Faktor manusia (human error)
Masalah bersumber dari pengemudi

2. Faktor sarana
Faktor penyebab kecelakaan bersumber dari kendaraan yang bermasalah

3. Faktor prasarana
Faktor penyebab kecelakaan bersumber dari saran jalan yang dilintasi (kondisi jalan yang kurang baik, kemiringan, dll)

Coorective Action
Memperbaiki kualitas SDM dan Sarana Angkut (Kendaraan)
1. Memberikan training pengemudi yang benar kepada pengemudi truk
2. Melakukan perawatan dan pemeliharaan kendaraan secara berkala
3. Menjalankan prosedur pre-trip inspection setiap hari sebelum truk dijalankan
4. Bekerjasama dengan instansi pemerintah terkait untuk memberikan penyuluhan bagi pengemudi mengenai keselamatan dijalan raya dan tindakan dalam kondisi darurat

Perbaikan preasarana/ Infrastruktur
1. Aktif memberikan masukan kepada instansi terkait dalam hal kondisi prasarana infrastruktur terutama yang merupakan jalur distribusi barang
2. Perlunya penetapan kelas jalan untuk jalur logistik
3. Penerbitan kebijakan terkait sarana dan prasarana melibatkan pelaku usaha angkutan.

Sumber : aptrindo.or.id

avatar

Khairul Janwar

Menjadikan EduLogistik, E-Magazine, Education Logistics and Business. Yang berbasis website di seluruh Indonesia maupun Dunia.

Khairul Janwar

Menjadikan EduLogistik, E-Magazine, Education Logistics and Business. Yang berbasis website di seluruh Indonesia maupun Dunia.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: