The Way To Be Millenial’s Preneur

Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik APP Jakarta berkolaborasi dengan HIPMI PT APP melangsungkan acara seminar entrepreneur yang berjudul “The Way To Be Millenial’s Preneur” di ruang mini theatre indoor Politeknik APP pada hari jumat 29 maret 2019. Acara tersebut dihadiri oleh 4 (empat) pembicara yaitu Alhar Puja Pratama selaku ketua HIPMI PT Jaya, Tedy Ruchiyat selaku owner dan direktur pada PT. Kemistri Harmoni Indonesia, Edlin Prabawa selaku CFO Casavera Property dan ketua bidang VI (Infrastuktur, Perhubungan dan Property) BPC HIPMI Jakarta Selatan dan Andro Tunggul Namureta selaku CEO CV Fruitable Farm dan ketua bidang Agrobisnis, Agroindustri dan Kemaritiman BPC HIPMI Jakarta Selatan.

Source: Dokumentasi Kegiatan

Pada acara seminar tersebut, Gherra Reghinda selaku ketua BEM Politeknik APP Jakarta menyampaikan harapan – harapannya dalam sambutannya, Gherra berharap dengan diadakannya acara seminar tersebut maka dapat menumbuhkan basic berbisnis para mahasiswa Politeknik APP Jakarta dengan baik. Bapak Krisna Yudhana selaku perwakilan dari bidang akademik turut menyampaikan sambutan pada acara tersebut.

Entrepreneur adalah penerus masa depan kita semua, kita generasi millennial adalah generasi yang lahir dalam perkembangan dunia digital yang pesat. Pada jaman dahulu, semua kita dapatkan dari paperbased, namun sekarang we can get all the source of information just by sitting on the chair. Belajarlah membuka lembaran baru setelah lulus, open a start up business, create a new job for you and others” ujar Krisna Yudhana dalam sambutannya.

Pada sambutannya beliau juga menyampaikan bahwa pada saat ini negara Indonesia tengah menduduki peringkat ke-4 dalam negara dengan start up business tertinggi di dunia, peringkat pertama diduduki oleh US dilanjutkan dengan Kanada kemudian Perancis lalu Indonesia.

“Jangan hanya hidup dalam diam, hidup ada saat kita bergerak, ketika anda diam maka sejujurnya anda sedang mati, karena tak’ ada improvement dalam diri anda. Life is to share, kamu kaya? Maka mereka juga harus kaya! Start think out of the box, itu adalah jiwa utama seorang wirausaha” tambah Krisna Yudhana.

Setelah beberapa sambutan pada acara tersebut, pemateri pertama yaitu Alhar Puja Pratama menyampaikan materi dalam seminar tersebut, beliau menyampaikan sekilas informasi tentang HIPMI Jaya di Indonesia, mulai dari sejarah berdirinya HIPMI Jaya sampai terbentuknya HIPMI PT di kampus – kampus Indonesia. Beliau juga menyampaikan bahwa pada saat ini terdapat lebih dari 20 kampus di Jakarta yang telah tergabung dengan HIPMI PT Jaya, diantaranya yaitu Politeknik APP Jakarta, Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Trisakti dan universitas lain, sedangkan universitas yang masih ada dalam tahap peresmian ada 11 kampus, diantaranya yaitu Universitas Pancasila, Universitas Al Azhar, Universitas Gunadarma dan lainnya.

Setelah penyampaian materi pertama, Tedy Ruchiyat menyampaikan materi seminarnya, beliau bercerita tentang pengalamannya semasa memulai bisnis, pengalamannya dalam mendapati 4 kali kebangkrutan dalam berbisnis hingga akhirnya bisnisnya dapat berlangsung dengan stabil kembali. Beliau juga menerangkan bahwa seorang entrepreneur haruslah memiliki sifat percaya diri yang tinggi, self starter yang baik, daya juang yang tak’ bisa didiktekan oleh orang lain, pentingnya melakukan SWOT analysis dalam bargaining position. Tedy Ruchiyat juga menanyakan kepada peserta seminar terkait orientasi mereka saat melakukan bisnis.

“Apa yang kamu harapkan saat berbisnis? Untung atau rugi? Banyak yang mau untung! Jangan sampai salah dalam memilih orientasi, saat kamu mementingkan keuntungan maka sampai kapanpun yang kamu pikirkan adalah cara supaya barang yang kamu jual untung, meskipun kualitasnya dibawah standar. Tapi ketika orientasi itu diletakkan pada kepuasan pelanggan, maka ia akan mementingkan kualitas produknya” ujar Tedy saat menyampaikan materinya.

“Ingat teman, keuntungan pertama itu bukan pada saat pembelian pertama, tapi keuntungan itu ada pada pembelian kedua, pembelian ketiga dan seterusnya. Persoalan terberat dalam hidup adalah mengeluh, kawan we need to survive, mulailah dari diri sendiri, targetkan rencana kita untuk hari esok” tambah beliau.

Sementara itu, Edlin Prabawa selaku ketua bidang VI BPC HIPMI Jakarta Selatan menjawab beberapa pertanyaan dari peserta seminar berupa cara meningkatkan partnership dengan kawan, dalam jawabannya beliau menyampaikan pentingnya kata kunci dalam suatu hubungan, carilah partner yang memiliki tujuan visi dan misi yang sama, maka dengan begitu kita bisa mendapatkan kata kunci yang nantinya akan mengikat hubungan tersebut. Sebagai entrepreneur, kita harus menjadi pribadi fresh yang bergairah, memiliki harapan – harapan dalam diri kita, belajar dari pengalaman orang lain.

“Berilah dampak yang baik dari usahamu pada masyarakat, jangan lupa untuk menjadi bermanfaat bagi orang – orang disekitar kita dengan hal – hal yang kita sukai” ucap Edlin Prabawa.

Materi seminar terakhir disampaikan oleh Andro Tunggul yang merupakan alumnus bidang pertanian Universitas Padjajaran. Pada materinya beliau menyampaikan bahwa pada tahun 2030 diprediksi 60% penduduk Asia akan berkumpul di DKI Jakarta, sedangkan Indonesia sendiri hanya mampu mengoptimalkan 20% hasil pangannya. Beliau menyatakan bahwa salah satu kesulitan utama dalam melaksanakan bisnis pertanian adalah proses transfer ilmu pada para petani di Indonesia, banyak petani Indonesia yang masih saja mengikuti cara leluhur mereka, padahal dengan perkembangan teknologi kita bisa memaksimalkan hasil pertanian kita.

“Kalau kamu mau meyakinkan investor, maka belajarlah melakukan story telling yang baik, berbeda dengan customer, customer harus diberikan isu dan awareness serta edukasi terkait bisnis tersebut dengan masyarakat. Jika bicara dengan karyawan, maka yakinkan mereka dengan melakukan gathering bersama, recharge energy mereka, belajarlah memanusiakan manusia, tanamkan prinsip bahwa mereka juga adalah manusia biasa yang mempunyai keluarga, bukan seorang robot penghasil uang” ujar Andro Tunggul dalam materinya.

Sebagai penduduk kota, jadikanlah jiwamu sebagai anak kota dan biarkan fisikmu bekerja di desa. Karena di kota tak’ ada lahan untuk pertanian. Pemain daerah itu masih jarang, peluang masih besar, bisnis pertanian itu mainannya awareness, lihat dimana titik benefitnya lalu tularkan pada masyarakat, buat mereka terbiasa dengan hidup sehat kita, dengan begitu scoop bisnis kita bisa jadi lebih besar” tambah Andro Tunggul.

Dengan berakhirnya panyampaian materi oleh Andro Tunggul maka berakhir pula acara seminar tersebut, seminar ini ditutup oleh pembacaan doa dan salam.

avatar

Meyy

Perfectly Imperfect

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: