Menerapkan kerjasama di tempat kerja

edulogistik.com – Kerjasama merupakan sebuah proses penyatuan beberapa pendapat untuk suatu target yang akan dicapai bersama atau tujuan bersama, dengan membentuk sebuah kelompok kerja akan memudahkan kerjasama.


Hambatan kerjasama :
Pada umumnya hambatan kerjasama terjadi karena masing-masing orang yang terlibat dalam kerjasama tidak memiliki pandangan yang sama dalam mencapai tujuan bersama yang mau dicapai.
untuk itu perlu diberi pemahaman, yang seragam tentang suatu tujuan yang mau dicapai terhadap masing-masing orang agar dapat mempunyai pandangan yang sama tentang pentingnya pencapaian tujuan yang sama.

Tujuan dan peran kelompok kerja dari sumber-sumber yang benar diidentifikasi :
1. Pengemudi perlu mengidentifikasi tujuan dan peran masing-masing sekelompok kerja seputar pekerjaan angkutan jalan.
2. Peran mekanik yang menunjang kelancaran kendaraan.
3. Peran security yang menjaga tatatertib keluar masuk kendaraan dan orang.
4. Peran Dispetcher/ bagian distribusi order yang menunjang kelancaran pengiriman tepat waktu.
5. Peran kasir yang menunjang kelancaran uang jalan pengiriman/ order.
6. Peran bagian keamanan atau safety yang menunjang keselamatan dan kelancaran dijalan, ditempat muat dan ditempat bongkar.

Kewenangan dan tanggung jawab kelompok kerja disetujui :
Kewenangan dan tanggung jawab kelompok kerja tidak hanya disetujui tetapi juga di hormati dan dipatuhi sesuai peran kelompok kerjanya masing-masing.
Contoh : Kewenangan dan kelompok kerja security adalah memeriksa kendaraan saat keluar depo, termasuk pemeriksaan dalam kabin kendaraan dan surat jalan pengiriman barang. Kewenangan dan tanggung jawab kelompok kerja security tersebut harus disetujui, dihormati dipatuhi dan di ikuti oleh semua pengemudi untuk kelancaraan tatatertib kendaraan keluar masuk depo. Demikian juga kewenangan dan tanggun jawab kelompok kerja lainnya dalam angkutan jalan.

Perubahan tujuan dan peran kelompok kerja disepakati :
Jika ada perubahan tujuan dan peran kelompok kerja maka harus disepakati sesuai dengan kebijakan perusahaan.
Contoh : Kelompok kerja mekanik yang semula tujuan dan perananya memelihara, merawat dan memperbaiki kendaraan, dimana service A (prefentive maintenance dan gressing) dilakukan oleh mekanik tetapi ada kebijakan baru dari perusahaan dimana service A (prefentive maintenance dan gressing) harus dilakukan oleh pengemudi sebagian dari toral prefentive maintenance yang dicanangkan oleh perusahaan sebagai perogram baru yang harus disepakati. Begitu juga denga perubahan tujuan dan peran kelompok kerja lainnya harus disepakati, jika ada.

Berkomunikasi dalam kegiatan kelompok digunakan cara yang efektif dan efisien :
Komunikasi dengan kelompok harus digunakan dengan cara yang paling efektif dan tepat.
Yang dimaksud dengan komunikasi yang efektif dengan melihat situasi dan kondisi yang ada.
Contoh : Pada saat pengemudikan kendaraan maka komunikasi yang efektif dengan pengendara lain adalah dengan memanfaatkan alat komunikasi kendaraan yang ada seperti klakson, lampu jauh, lambaikan tangan, dbs.
Komunikasi efektif dengan mekanik untuk pengajuan ganti oli adalah mengajukan form permohonan service ganti oli. Dan begitu seterusnya.

Kontribusi yang efektif dan tepat diberikan dalam pertemuan kelompok kerja berdasarkan kompetensi yang dimiliki masing-masing anggota.
Setiap pengemudi diharuskan memberikan kontribusi/ sumbangan yang efektif dalam pertemuan kelompok kerja berdasarkan kompetensi atau hal yang ia tahu kepada masing-masing anggota lainnya seperti pengemudi A baru saja selesai pelaksanaan pengiriman barang ke daerah gunung putri dimana tedapat lobang yang cukup dalam dan kurangnya penerangan pada malam hari, maka pengemudi A harus memberikan kontribusi yang ia tahu kepada masing-masing anggota lainnya. Begitu juga pengemudi lama atau senior harus memberikan kontribusi yang sama pengetahuan dan keterampilan serta sikap kerja yang benar kepada pengemudi baru.

Catatan atau laporan hasil identifikasi dibuat berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan :
Setiap pengemudi harus dapat membuat catatan atau laporan hasil identifikasi tugas dan tanggung jawab atas setiap anggota dalam kelompok kerja angkutan jalan, seperti antara lain :
Dalam kegiatan pengiriman barang, pengemudi harus membuat catatan atau laporan hasil perjalanan (logbook pengemudi). Begitu juga apabila ada keluhan terhadap fungsi-fungsi didalam kendaraan seperti fungsi rem, klakson, alarm mundur, speedometer, kopling dsb. maka harus dibuat catatan dan laporan hasil identifikasi kepada atasan langsung dan mekanik perusahaan. Demikian pula dengan tugas-tugas lainnya seputar tugas dan tanggung jawab pengemudi angkutan jalan.

Kontribusi terhadap tugasn dan tanggun jawab kelompok diberikan dengan efektif :
Setiap pengemudi harus memberikan kontribusi terhadap tugas dan tanggung jawab sebagai pengemudi secara standar sesuai arahan pimpinan perusahaan seperti anatara lain :
1. Pengemudi harus selalu menjaga kebersihan kendaraan.
2. Pengemudi harus selalu menjaga kebersihan diri dan penampilan rapi ber APD.
3. Pengemudi harus selalu menjaga ketertiban ditempat muat dan bongkar.
4. Pengemudi harus selalu menjaga kebersihan di depo, ditempat ruang tunggu dan dimanapun berada.
5. Pengemudi harus selalu menjaga kontribusi positif satu sama lain untuk memeberikan citra baik perusahaan dimata customer.

Kontribusi diberikan sesuai dengan ko petensi masing-masing anggota kelompok.
Kompetensi pengemudi adalah :
1. Menjaga dan merawat kebersihan kendaraan dan malakukan service tepat waktu kebengkel.
2. Menjaga kebersihan dan kerapihan diri dan ber APD
3. Dapat melakukan pengiriman barang secara aman, selamat dan tepat waktu.
4. Mengetahui persyaratan dimasing-masing temapt bongkar muat dan mematuhi persyaratan tersebut.
5. Mengetahui prosedur tanggap darurat jika terjadi keadaan yang tidak diinginkan sepanjang jalan/ pengiriman barang.
6. Memberikan kontribusi maksimum sesuai tugas dan tanggun-jawab sebagai pengemudi.

Laporan pelaksanaan dan tugas dan tanggun jawab dibuat sesuai dengan kenyataan yang ada :
Laporan tugas dan tanggun jawab pengemudi antara lain adalah sebagai berikut :
1. laporan kondisi kendaraan sebelum melakukan mengoperasikan kendaraan dilakukan (pre-trip inspection/ checklist kendaraan).
2. Laporan harian hasil kerja pengemudi (logbook perjalanan pengemudi).
3. Laporan penyelesaian kasbon uang jalan perjalanan/ pengiriman barang secara jujur, rapih dan tepat waktu.

Khairul Janwar

Menjadikan EduLogistik, E-Magazine, Education Logistics and Business. Yang berbasis website di seluruh Indonesia maupun Dunia.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: