Selama terjadi pandemi Covid-19 ini benar-benar berimbas terhadap aktivitas bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II persero. saat ini selain minat masyarakat untuk berpergian lewat udara masih sedikit juga karena dibatasi oleh regulasi yang ditetapkan pemerintah.

Dalam regulasi itu kapasitas penumpang yang boleh diangkut oleh pihak maskapai cuma 70 persen, karena pihak maskapai wajib menerapkan standar protokol kesehatan. Namun kondisi ini menurut Executive General Manager PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandar Udara Tjilik Riwut Palangka Raya, Siswanto tidak berpengaruh terhadap angkutan cargo.

Menurut Siswanto, angkutan cargo selama pandemi Covid-19 justru terjadi peningkatan yang signifikan. Per hari bisa mencapai 18-20 ton barang yang lewat Bandara Tjilik Riwut. “Kalau logistik yang masuk sekitar 70 persen, sedangkan yang keluar 30 persen. Angkutan logistik ini dilayani oleh Garuda, Lion Air, City Link,” sebutnya.

Siswanto menjelaskan naiknya angkutan cargo ini karena saat ini transaksi jual beli lebih mudah yakni cukup via online, sehingga berimbas terhadap angkutan barang via udara.

Sumber artike : Truckmagz.com
Editor : Sigit
Foto : Garuda Indonesia

Views 1,405 

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *